Implementasi Business Continuity Management System (BCMS) Tahun 2024
Bontang, September 2024 – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus menguatkan komitmennya dalam memastikan keberlangsungan bisnis melalui penerapan Business Continuity Management System (BCMS) yang sesuai dengan standar internasional. Setelah resmi memperoleh sertifikasi ISO 22301:2019 dari TÜV SÜD pada 2 Februari 2024, Pupuk Kaltim telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan implementasi sistem ini berjalan optimal.
Struktur BCMS yang Komprehensif Pupuk Kaltim saat ini memiliki soft structure BCMS yang terdiri dari beberapa dokumen kunci, antara lain:
- Kebijakan: K-SMKU-01 yang ditetapkan pada 26 Januari 2023
- Pedoman: P-PKT-28 yang juga ditetapkan pada 26 Januari 2023
- Prosedur: P-SMKU-01 yang berlaku sejak 13 Januari 2023
Langkah awal implementasi ini diiringi dengan FGD Kalibrasi Critical Business Function (CBF) yang telah dilaksanakan pada 22-25 April 2024 di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa CBF yang diterapkan sesuai dengan kondisi terbaru perusahaan.
Proses Evaluasi Business Impact Analysis (BIA) Sebagai bagian dari penguatan struktur BCMS, Pupuk Kaltim telah melaksanakan diskusi terkait pengisian Form Business Impact Analysis (BIA) pada dua kesempatan, yakni pada 9 dan 27 Agustus 2024. Hasil dari diskusi ini akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan Evaluasi BIA, yang direncanakan berlangsung pada 9-13 September 2024, guna memastikan proses identifikasi dan mitigasi risiko berjalan sesuai standar ISO 22317:2021.
Sosialisasi dan Awareness BCMS ISO 22301 Dalam upaya meningkatkan pemahaman seluruh karyawan terkait pentingnya BCMS, Pupuk Kaltim telah menyelenggarakan acara Awareness BCMS ISO 22301 pada 5 September 2024. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh 140 karyawan dari berbagai unit kerja. Materi disampaikan oleh narasumber berpengalaman dari RSM Indonesia, yaitu Bapak Kemal Alfadin dan Bapak Adi Murtantiyo, yang membahas secara mendalam tentang pentingnya keberlangsungan bisnis dan langkah-langkah kritis dalam menghadapi potensi gangguan operasional.
Tindak Lanjut dan Evaluasi Sebagai bagian dari tindak lanjut audit BCMS, Pupuk Kaltim telah menyusun beberapa rencana aksi yang akan dilaksanakan pada 2024, di antaranya:
- Evaluasi Business Impact Analysis (BIA) berdasarkan ISO 22317:2021
- Benchmark penerapan ISO 22301 di perusahaan
- Refreshing awareness/sosialisasi ISO 22301 kepada seluruh karyawan
- Pelaksanaan Drilling Test untuk menguji kesiapan perusahaan dalam menghadapi potensi gangguan
- Evaluasi tindak lanjut atas OFI (Opportunity for Improvement) hasil audit ISO 22301 tahun 2023
- Surveillance I untuk memastikan implementasi BCMS berjalan sesuai standar.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai potensi krisis, sehingga keberlangsungan bisnis tetap terjaga dan layanan kepada pemangku kepentingan dapat terus berjalan optimal.
Close of Report Awareness BCMS: klik di sini
