Refreshment Training & Webinar on ISO 37001

images

Refreshment Training & Webinar on ISO 37001

Alvi Dwiantoro P., 27 Jul 2022

Korupsi dan praktik suap menjadi salah satu isu global dan masalah utama yang dapat mengganggu stabilistas politik, mengancam sektor industri dan meningkatkan biaya bisnis. Sebagai upaya pemberian pemahaman yang berkelanjutan (continuous learning) kepada seluruh karyawan terkait korupsi dan praktik suap, PKT perlu melakukan penyegaran ISO 37001: 2016. ISO 37001: 2016 adalah sistem manajemen anti suap (anti bribery) yang dirancang untuk membantu organisasi menetapkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan program kepatuhan anti suap.

Pada tanggal 24 Maret 2022 PKT telah melaksanakan Refreshment Training on ISO 37001: 2016 Anti-Bribery Management Anti Penyuapan yang dilaksanakan oleh Departemen Pengembangan SDM dan Organisasi melalui surat undangan Nomor 09419/D/DL/D35200/IT/2022 tanggal 21 Maret 2022 bekerjasama dengan PT BSI Group Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 28 Maret 2022 telah melaksanakan Webinar Executive Briefing on ISO 37001: 2016 Anti-Bribery Management System melalui surat undangan Nomor 03341/D/KA/D35200/ET/2022 dan 09937/D/DL/D35200/IT/2022 bekerjasama dengan PT BSI Group Indonesia. Webinar ini dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi, SEVP, OPD, SVP dan VP dengan Pemateri oleh Bapak Sofyan Hadisaputra, M.T. Pelatihan dilakukan oleh Internal TKPMR dan Tim SMAP ISO 37001 dengan Pemateri oleh Bapak Jesaya Jaduman Samosir.

Pelatihan dan webinar ini sebagai salah satu tindakan yang dilakukan PKT untuk melakukan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan menggunakan pendekatan SMAP dan ISO 37001.

Audit Surveillance ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dilaksanakan PKT pada bulan Mei 2022. SMAP adalah mekanisme yang dirancang untuk dapat mengindentifikasi dan mengevaluasi risiko penyuapan serta untuk mencegah, mendeteksi dan merespon penyuapan.

Manfaat ISO 37001 bagi PKT, diantaranya mempunyai kemampuan melakukan mitigasi risiko penyuapan yang lebih baik, mencegah terjadinya praktik suap dan korupsi, adanya peningkatan dalam sistem manajemen perusahaan, memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang mitra bisnis dan pihak ketiga dengan memahami dan proaktif mengelola risiko yang akan hadir dari hubungan Kerjasama tersebut.