Pelaksanaan Drilling Test Business Continuity Management System (BCMS) Skenario Terorisme Bom - Ledakan di Jalur SKG
Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keberlangsungan operasional, PT Pupuk Kalimantan Timur melaksanakan Drilling Test Business Continuity Management System (BCMS) dengan skenario ancaman keamanan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan perusahaan, efektivitas prosedur tanggap darurat, serta kecepatan koordinasi antar unit kerja dalam menghadapi potensi ancaman keamanan.
Pelaksanaan Drilling Test dilakukan secara hybrid pada Jumat, 23 Januari 2026. Sebagian unit kerja terkait terlibat langsung di lapangan untuk menjalankan simulasi tanggap darurat sesuai skenario yang dimulai pukul 05.30 WITA, sementara unit kerja lainnya mengikuti kegiatan dari Ruang Mahoni dengan skenario ancaman yang dimulai pukul 08.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan di lapangan disiarkan secara live melalui Zoom Meeting, sehingga jajaran manajemen dapat memantau jalannya kegiatan serta koordinasi tim secara real-time.
Simulasi dilaksanakan dengan alur yang sistematis, dimulai dari fase persiapan dan pencegahan, dilanjutkan dengan identifikasi insiden dan aktivasi prosedur tanggap darurat, kemudian deklarasi kondisi bencana dan pemberitaan resmi, hingga memasuki fase pemulihan dan penutupan bencana. Tahap akhir mencakup restorasi operasional guna memastikan aktivitas perusahaan dapat kembali berjalan normal secara aman dan terkendali. Alur ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keselarasan langkah seluruh unit kerja dan jajaran manajemen dalam menjalankan prosedur penanganan keadaan darurat.
Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran manajemen dan unit kerja terkait, termasuk Tim Pelaksana SMKU dan SMK3 sebagai garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat. Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim berharap dapat terus memperkuat kesiapsiagaan perusahaan, membangun budaya cepat tanggap di seluruh level manajemen, serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan keberlangsungan operasional bagi seluruh pemangku kepentingan.
